"Orang tidak dikenal terbit dari dalam lokasi tinggal sambil membawa tas ransel terbit rumah," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera berhubungan Bom Bangil, Kamis (5/7/2018). Warga sudah berjuang mencegat lelaki tersebut. Bahkan terdapat yang menembakkan bedil angin ke arahnya. Namun, upaya tersebut gagal. Ia malah mengancam warga, dengan menyatakan bahwa ia membawa bom. "Petugas kepolisian memburu ke arah barat yang lantas terdengar suara ledakan yang ketiga dari jalan kampung," kata Frans Barung. Hingga berita ini diturunkan, lelaki yang kabur membawa motor itu belum ditemukan. Sementara itu, di dalam lokasi tinggal ditemukan seorang bocah dalam situasi terluka parah di unsur kaki dan kepala. Ia diperkirakan anak pasangan yang menduduki rumah kontrakan tersebut. "Anak ini berusia 6 tahun. Dia ialah korban, bukan pelaku," ucap Kabid Humas Polda Jawa Timur Frans Barung Mangera.
Pasal Ledakan Bom di Bangil Pasuruan, Sinyal Teror Belum Usai?
ErtigaNews - Sementara, wanita yang sedang di dalam kontrakan, diperkirakan istri pelaku juga diselamatkan petugas. Wanita tersebut berinisial DR, kelahiran Sidoarjo 16 Juni 1978, penduduk Desa Gempeng, Bangil, Pasuruan. Pelaku tidak berhasil ditangkap. Ia lolos sesudah mengaku membawa bom. Ia pun sempat melempar bom ke seorang anggota polisi yang terdapat di tempat kejadian sampai memicu ledakan yang disertai kepulan asap. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, lelaki berinisial A tersebut melarikan diri dalam situasi luka."Kan dia terdapat di lokasi ledakan. Jadi ikut terluka. Tapi anaknya lebih dekat lagi dengan pusat ledakan, sampai-sampai lebih parah," ujar Frans saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018. Lokasi kejadian ketika ini sudah diblokir dan disterilkan. Berdasarkan olah lokasi kejadian perkara (TKP), polisi mengejar sejumlah benda riskan yang biasa dipakai sebagai penambah kekuatan bom, laksana paku dan gotri. "Petugas pun menemukan buku bertajuk jihad," kata Frans.
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, bom di Bangil, Pasuruan berdaya ledak rendah. "Bahan peledak diperkirakan low explosive," ujar dia. Ditemui secara terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengaku, pihaknya masih menelaah ledakan bom Bangil, Pasuruan. Saat ini, BNPT masih menantikan laporan Densus 88 Antiteror berhubungan insiden tersebut.
"Ya, sedang didalami, saya pun sudah bisa laporannya. Sedang didalami, nanti tunggu teman-teman dari Densus 88," ujar Suhardi Alius di Pondok Indah Golf Course Jakarta Selatan, Kamis petang. Pihaknya akan menelaah apakah tragedi tersebut berhubungan jaringan teror di Surabaya. "Setelah kepegang (data) dulu baru anda buka jaringan. Kita belum update, saya minta untuk tim dapat mendeteksi lebih awal," ucap Suhardi. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung mengimbau supaya warga Jatim tidak panik dan tetap siaga. Pihaknya juga meminta andai warga menyaksikan atau bertemu dengan pelaku segera melapor ke polisi. "Mohon pertolongan infonya, Mohon doanya pun ya, " kata Frans. Dari arsip yang diterima Liputan6.com, pelaku A diketahui berperawakan kurus dan menggunakan jaket warna abu-abu dan celana panjang warna krem. Pelaku melulu mengenakan sandal. "Mohon pertolongan infonya," Frans menegaskan. Ledakan bom yang terjadi di Bangil, Pasuruan memunculkan tanda tanya besar. Sebab, kejadian berhubungan teror pernah terjadi di dua kota di Jawa Timur, yaitu Surabaya dan Sidoarjo.
Baca Juga : Capai 8 Besar Piala Dunia 2018, Saatnya Inggris Juara?
Bom meledak tiga gereja di Surabaya pada 13 Mei 2018, malamnya suatu bahan peledak rakitan menghancurkan suatu unit rusun di Sidoarjo. Tak melulu itu, bom bunuh diri pulang meledak di Mapolresta Surabaya pada 14 Mei 2018. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung mengatakan, masih terlampau dini guna mengaitkan insiden di Bangil, Pasuruan dengan kejadian berhubungan teror di Surabaya dan Sidoarjo. "(Soal kaitan) nanti Densus yang menyimpulkan," kata Kombes Frans, Jakarta, Kamis (5/7/2018) malam. Ia menyebut, hasil olah TKP dan pengecekan saksi-saksi di tempat jadi bahan urgen dalam penyelidikan.
Frans menambahkan, ketika ini pihaknya konsentrasi mengejar pelaku berinisial A. Pelaku telah masuk radar kesebelasan Densus. "Mohon doanya ya," imbuh dia. Sementara itu, pengamat terorisme Al Chaidar menduga, ledakan bom di Pasuruan pun ada kaitannya dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kelompok itu diketahui lumayan aktif di Jawa Timur. Dia mengatakan, ada dalil mengapa JAD memilih bergerak di Jatim. Salah satunya pengekor paham takfir wal jihad tidak sedikit di Jawa Timur. Dia juga membenarkan, ledakan bom di Bangil, Pasuruan adalah sinyal waspada bahwa teroris mulai bergerak lagi. "Iya. Benar sekali," kata dia.
Sementara, Pengamat Teroris dari Universitas Indonesia Ridwan Habib menduga, KTP yang ditemukan di tempat kejadian ialah palsu. Ia mengatakan, pelaku mempunyai 3 kartu identitas yakni dari Aceh, Bogor, dan Pandeglang. Namanya juga beda-beda. Artinya mereka menggali tempat aman yang kira-kira tidak dicurigai," kata Ridwan Dia menduga, pemilihan tempat Pasuruan terdapat korelasi dengan istrinya yang berasal dari area tersebut. "Ini mengindikasikan aksi teroris ini masih ada, dan bersembunyi. Mereka membawa pun bom dan bersenjata. Karena tersebut kesadaran masyarakat jangan berkurang, RT dan RW jangan kendor," kata Ridwan.
