Ada Dentuman dan Lontaran Lava Pijar Gunung Agung Kembali Erupsi
ErtigaNews - Dalam laporan PVMBG, dilafalkan erupsi terjadi secara strombolin dengan suara dentuman. Lontaran lava pijar teramati ke luar kawah menjangkau jarak 2 kilometer. Saat ini, Gunung Agung berada pada kedudukan Siaga atau level III. PVMBG mengimbau masyarakat di dekat Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, wisatawan supaya tidak berada, tidak mengerjakan pendakian dan tidak melakukan kegiatan apa juga di zona estimasi bahaya yakni di semua areal di dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung.Zona estimasi bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diolah sewaktu-waktu mengekor perkembangan data pemantauan Gunung Agung yang sangat aktual atau terbaru. "Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di dekat aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung supaya mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang bisa terjadi khususnya pada musim hujan dan andai material erupsi masih terkena di areal puncak," sebut PVMBG.
Erupsi susulan terjadi pada pukul 06.41 WITA dan 06.55 WITA dengan tinggi kolom abu setiap teramati setinggi ± 1.000 meter dan 700 meter di atas puncak Gunung Agung. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Kedua erupsi susulan ini terekam di seismograf setiap dengan amplitudo maksimum 18 mm dan 20 mm, durasi ± 2 menit 11 detik dan ± 2 menit 38 detik.
Saat ini Gunung Agung berada pada kedudukan siaga atau level III. PVMBG merekomendasikan masyarakat di dekat Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, wisatawan supaya tidak berada, tidak mengerjakan pendakian dan tidak melakukan kegiatan apapun di zona estimasi bahaya yakni di semua area di dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung. Zona estimasi bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diolah sewaktu-waktu mengekor perkembangan data pemantauan Gunung Agung yang sangat aktual atau terbaru.
PVMBG pun merekomendasikan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di dekat aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung supaya mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang bisa terjadi khususnya pada musim hujan. Areal landaan aliran lahar hujan mengekor aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.
