Dalam laporan kesatunya, sang bocah menuliskan bahwa ibunya terus menerus merayu untuk mencicipi salad di sela-sela santap malam. Ia merasa keberatan karena urusan tersebut mengurangi peluang untuk mencicipi ayam goreng favoritnya. Polisi menasehati bocah itu bahwa salad baik untuk kesehatan, dan menganjurkan ia supaya mencobanya tidak banyak demi sedikit. Namun, saran tersebut ditanggapi dengan keengganan oleh si pelapor.
Seorang Bocah Laporkan Ibunya Ke Polisi Perkara Dipaksa Makan Sayur
ErtigaNews - Beberapa hari berselang, telepon pengaduan dari bocah tersebut kembali masuk, di mana kala itu, ia menanyakan apakah polisi berkenan datang ke rumahnya. Sang bocah mengaku hendak menunjukkan untuk ibunya bahwa bujukan untuk mencicipi salad sudah menyiksanya. Pihak kepolisian juga akhirnya benar-benar hadir di lokasi tinggal si bocah, tetapi bukan guna membantunya terbit dari "jerat bujukan salad", tetapi menyampaikan saran untuk orang tua untuk arif mengawasi anak-anaknya dalam memanggil layanan darurat.Kasus ini ternyata tidak dirasakan main-main oleh kepolisian kota Halifax, di mana sejumlah waktu setelahnya, menerbitkan surat edaran yang mengandung imbauan supaya orang tua meyakinkan anak-anak paham tentang faedah panggilan darurat. Polisi juga bercita-cita orang tua menyerahkan penjelasan berhubungan seringan mungkin untuk anak, sampai-sampai tidak terkesan sedang menggurui paksa.
Baca Juga : Ahok Berulang Tahun Besok, Instagram Adiknya Banjir Ucapan Rindu
"Kasus ini menyita perhatian luas, sekaligus membawa perubahan positif dalam pembahsa tentang topik serius tetapi terlihat sepele ini," ujar Dallas Hutchinson, salah seorang pejabat kepolisian setempat.
Hutchinson pun tidak tak sempat mengingatkan dengan tidak banyak bercanda bahwa salad ialah makanan dengan segudang manfaat, dan bisa dikreasikan menjadi pelbagai jenis yang lezat. Oleh karenya, sang kapten polisi menganjurkan untuk menambah ragam topping kesayangan untuk memperkaya rasa, seperti contohnya camilan Hot Flamin' Cheetos.
